Print this page
KASN melakukan audiensi penilaian mandiri penerapan sistem merit di instansi pemerintah se-Provinsi Kalimantan Barat KASN melakukan audiensi penilaian mandiri penerapan sistem merit di instansi pemerintah se-Provinsi Kalimantan Barat

KASN Dorong Optimalisasi Penerapan Sistem Merit di Instansi se-Provinsi Kalimantan Barat

Written by  Feb 17, 2021

Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) melakukan audiensi penilaian mandiri penerapan sistem merit di lingkungan instansi pemerintah se-Provinsi Kalimantan Barat, Rabu (17/2/2021). Langkah tersebut dimaksudkan untuk mendorong diterapkannya sistem merit secara optimal.

Komisioner KASN Bidang Pengawasan Penerapan Sistem Merit Wilayah II, Mustari Irawan, menyampaikan, berbagai macam cara telah dilakukan KASN demi meningkatkan penerapan sistem merit di Indonesia.

“Kita mendorong instansi pemerintah untuk bisa menerapkan sistem merit, baik diawali dengan penilaian mandiri, kami melakukan audiensi, kemudian melakukan verifikasi, sampai kemudian kami menetapkan,” kata Mustari membuka acara secara daring.

WhatsApp Image 2021 02 17 at 09.38.41

Sebagai pijakan awal, KASN terus memberikan pengarahan dan pendampingan kepada banyak instansi terkait penilaian mandiri. Ruang dialog diperlukan guna menggali masalah yang mungkin ada dan lantas melahirkan pelbagai solusi.

Komisioner KASN itu kemudian berharap, segenap instansi di Kalimantan Barat dapat memperoleh hasil yang ideal dalam penerapan sistem merit.

“Kami berharap di lingkup Provinsi Kalimantan Barat, itu masuk ke dalam kategori baik ataupun sangat baik. Oleh karena itu, kami sangat membutuhkan sinergitas dan kolaborasi dengan Anda semua (instansi pemerintah se-Kalimantan Barat),” harap Mustari.

Sebagai catatan, di Kalimantan Barat sendiri terdapat 15 instansi yang akan didampingi KASN dalam penilaian mandiri sistem merit supaya lebih efektif. Instansi-instansi tersebut, yakni Pemprov Kalimantan Barat, Pemkab Sambas, Pemkab Ketapang, Pemkab Kubu Raya, Pemkab Sanggau, Pemkab Sintang, Pemkab Mempawah, Pemkab Kapuas Hulu, Pemkab Bengkayang, Pemkab Landak, Pemkab Melawi, Pemkab Sekadau, Pemkab Kayong Utara, Pemkot Pontianak, dan Pemkot Singkawang.

Selanjutnya, Asisten KASN Bidang Pengawasan Penerapan Sistem Merit Wilayah II, Septiana Dwiputrianti memandu lebih detail mengenai segala aspek dalam penilaian mandiri sistem merit.

Penilaian mandiri dilakukan melalui aplikasi KASN, Sistem Informasi Penilaian Mandiri Penerapan Sistem Merit (Sipinter). Terdapat delapan aspek yang akan dinilai, yaitu (1) perencanaan kebutuhan, (2) pengadaan, (3) pengembangan karier, (4) promosi dan mutasi, (5) manajemen kinerja, (6) penggajian, penghargaan, dan disiplin, (7) perlindungan dan pelayanan, dan (8) sistem informasi.

“Kami akan melakukan pembinaan kepada semua instansi pemerintah daerah yang ada di Kalimantan Barat agar penilaiannya bisa lebih baik dan juga penginputan datanya sesuai dengan kriteria penilaian yang sudah ada,” jelas Septiana.WhatsApp Image 2021 02 17 at 10.51.58

Lebih lanjut dia menerangkan, setiap instansi diharap untuk mengisi semua aspek penilaian. Sebab jika tidak, maka penilaian tidak akan dapat ter-submit. “Jadi semua penilaian wajib diisi, wajib dinilai secara mandiri. Kalau belum ada, bisa ditulis belum,” ujar Septiana.

KASN terus mendorong supaya penilaian mandiri di Kalimantan Barat lekas dilaksanakan.

“Mudah-mudahan bisa segera diselesaikan sehingga pembinaannya bisa dilakukan lebih efektif. Kita bisa tahu apa saja yang bisa dibantu oleh kami. Dan kemudian ini bisa menjadi data bagi kami apabila ada masalah-masalah dalam penerapan ini yang perlu diintervensi dalam kebijakan yang lebih teknis lagi,” Septiana memungkas. (NQA/HumasKASN)

Last modified on Wednesday, 17 February 2021 16:33